Selamat datang di blog saya, Ini merupakan blog dimana rekan-rekan bisa mendapatkan informasi tentang dunia islam. selamat mebaca, semoga bermanfaat. aamiin..
Selasa, 15 Januari 2013
METODE PIKIRAN MUSLIM SEJATI
Assalammualaikum................. Dalam maka islam memandang berpikir sebagai media untuk mendekatkan diri kepada Allah (kebenaran) .Dengan berpikir,manusia akan memahami posisinya bahwa dia sebagai hamba,dan Allah sebagai Tuhan,sehingga logika-logika seperti ini bisa terus berjalan seiring dengan pemikiran-pemikiran kita.Dengan berpikir ,kita menyadari betapa kecilnya kekuasaan kita dan besarnya kekuasaan Tuhan menciptakan Alam raya,dan kita mengetahuinya dari Quran.Banyak sekali ayat dalam Quran yang mengajak untuk berpikir,diri sendiri,alam raya,lingkungan, dan dengan berpikir manusia dapat mengenal kebenaran (al haq),yang kemudian diimani dan dipegan teguh dalam kehidupan. “Hanya orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran” (QS ar Rad: 19) Logika yang terjadi ,dalam Quran disebutkan bahwa orang-orang yang mendurhakai Allah lah yang disebut “cacat intelektual”.Sebab betapapun mereka berpikir, bahkan ada yang turut membangun peradaban,namun selama proses berpikir tidak mengantarkan mereka terhadap derajat “takwa” ,maka selama itu pula mereka berada dalam possisi “tidak mengerti” atau jika meminjam istilah Quran , “laa yafqahuun,”laa ya’lamuun.”laa ya’qiluun” Seseorang yang benar-benar memegang keilmiahannya,siap merubah pendirian,sikap,dan kepribadian,bahkan ideologis,sesuai dengan tuntutan dan konsekuensi pengetahuannya.Jika seseorang berusah dengan sungguh-sungguh ,maka seorang (ilmuwan) akan sampai pada konklusi bahwa ilmu apapun( khususnya ilmu empirikal dan eksperimental) yang akan dialami seseorang akan sampai pada kesimpulan bahwa Tuhan itu ada ,dan logisnya hanya ada satu, dan kita memilih Tuhan sebagai sesuatu yang eksis,dan sikap ilmiah sejati tidak hanya berhenti kepada pengakuan pasif,tetapi juga menuntut keberanian menyikapi keyakinan dan mempertahankanya dari stabilitas yang dapat mengganggu eksistensinya Sumber-sumber Ilmu Ketika kita sudah memilih Islam,maka Tuhan melalui Quran memberi tahu bahwa ada sumber ilmu untuk mengenalnya dan menamalkannya dalam kehidupan yaitu yang pertama Wahyu dan yang kedua Akal.Wahyu adalah sesuatu yang berasal dari Tuhan dan pasti benar. Secara logika manapun menyataka n bahwa Tuhan tidak mungkin salah,justru cacat logika jika menyatakan bahwa Tuhan itu salah Peryataan seperti itu tidak bahkan tidak pantas disebut pernyataan /sebuah premis, itulah sebabnya orang yang tidak menerima Islam disebut seperti yang sudah tertulis diatas..Sumber-sumber Ilahi dalam Islam yaitu dengan Quran dan Sunnah.Dengan berpikir,manusia dapat mengoperasionalkannya. Sumber kedua yaitu Akal.Akal sudah memiliki kecenderungan untuk menemukan pengetahuan.Metode-metoe akal dalam menangkap pengetahuan dapat diperoleh dengan melalui indera,dan informasi diteruskan,lalu dengan logika yaitu secara rasional akal dapat menerimanya dengan benar.Seperti mustahilnya Tuhan salah( sangat logis),dan melalui berita yang disampaikan oleh orang lain,dan kebenarannya bergantung kepada narasumber. Metode Berpikir Islami Oleh karena itu, berpikir yang dapat dilakukan oleh semua manusia,namun tentu beda jika seorang berpikir seenaknya,dan menyimpulkan kesimpulan yang berbeda-beda,maka akan terjadi kekacauan sikap di dunia ini,Oleh karena itu adanya agama, yang menentuka standar bahwa sesuatu ini benar atau tidak,baik atau tidak,dan tentu bahwa stadar dalam agama Islam ,yaitu tentang berpikir dapat diarahkan dalam kerangka untuk mencapai sasaranya.Sebab diluar kerangka itu manusia akan terperangkap dalam pola pikir lepas kendali. Wahyu adalah satu-satunya Sumber Aqidah dan Syari’ah Setiap muslim secara logis menjadikan Al Quran dan sunnah sebagai satu-satunya sumber dalam konsep dan operasional sekaligus,tanpa memilah-milahnya.Al Quran merupakan wahyu dari Allah yang sudah merupakan aksioma dan menjadi prinsip.Jadi dasar kebenaran (al haq) adalah berasal dari Quran dan sunnah.Sehingga produk manusia merupakan sumber sekunder dan sumber Ilahi merupkan sumber utama.Pemikiran baru,filsafat, theology,, dll yang bertentangan dengan Quran dapat secara logis ditolak,sedangkan yang sejalan dapat dikompromikan. Hubungan Antara Wahyu,Akal dan Metode Interpretasi Rasional Peran akal sangat berguna untuk menangkap pesan (teks) Ilahi.Setelah metode pertama yang menjadikan wahyu sebagai sumber Aqidah dan Syariah,maka konsekuensi logis bahwa keimanan sebagai prasyarat Islam yaitu mengimani dua alam yaitu alam ghaib (metafisik)dan alam nyata.Spesifikasi alam ghaib ini berada dalam batas ruang dan waktu,sedangkan ruang dan waktu yaitu jalur akal itu sendiri.Sehingga untuk mengetahui sesuatu yang ghaib (Allah,malaikat,jin surga,neraka) kita hanya dapat mengetahui secara jelas dengan teks Ilahi (wahyu),sedangkan dengan akal yang diluar jalur,akan terbatas sekali.Akal berfungsi untuk menerima informasi dari wahyu,memahami,dan “membenarkan” Atas dasar ini,kebenaran disekitar alam ghaib tidak dapat didiskusikan secara rasional dan menggunakan logika,tetapi kita terima dengan menggunakan wahyu( Quran dan sunnah).Penyimpulan general,penetapan sesuatu dapat dilakukan dengan tidak bertentangan dengan akal dan logika dan juga sejalan dengan wahyu. Kekeliruan banyak orang yaitu seperti perkembangan ilmu filsafat yaitu mencampuradukkan peran akal terhadap fungsi memahami alam nyata dan alam ghaib yang sebenarnya merupakan diluar jalur kemampuan akal untuk mencerna lebih dalam.Namun,jika lihat secara seksama,akal manusia akan sangat berpotensi sekali jika berada dijalur yang benarnya ,Jika akal selama ini mampu memenemukan teori atom,membuat bom Atom,senjata nuklir,listrik,televisi,pesawat,menjelajah ruang angkasa dan kemampuan mengatur kehidupan manusia,maka dengan metode ini,kita seharsunya langsung mengetahui bahwa keberhasilan akal memang terjadi akrena akal bekerja pada jalurnya secara natural.Namun jika akal memasuki jalur “alam manusia” “alam ketuhanan” berarti ia beroperasi dalam alam yang tak terbatas, dan kabur,akibatnya akal bisa kehilangan orientasi dan menghasilkan konklusi yang berbeda-beda dan juga mungkin keliru Mencari Kebenaran dengan Sikap Jernih Sikap objektif diperlukan dalam mencari kebenaran.Ketika seseorang mencari jawaban kebenaran dari wahyu (Al Quran, dan sunnah)yang dilakukan bukan dengan tendensi tertentu,bukan untuk melemahkan pendapat lawan.Hakikat Qurani merupakan sebuah standar untuk menentukan sebuah kebenaran.Teori,falsafah,faham yang sangat banyak akan Nampak kabur tanpa adanya standar kebenaran,dan standar itu dipastika wahyu Ilahi yaitu Quran dan sunnah. Perjalanan manusia untuk menemukan kebenaran sangatlah lamban,bahkan tidak tahu bahwa sesuatu itu benar atau tidak,maka Quran dan sunnah datang untuk membantu menemukan kebenaran Kebenaran dalam Al Quran senantiasa parallel Yang dimaksud disini ialah keharusan membandingkan antara kesimpulan yang didapat dari Quran melalui metode deduktif dengan kebenaran Al Quran yang mutlak.Hal ini didasari bahwa kebenaran Quran tidak mungkin terjadi kontradiksi didalamnya karena berasal dari sumber yang valid yaitu Tuhan.Jika pada kesimpulan ditemukan adanya kekeliruan,maka otomatis kesimpulan ditolak Ketentuan aksioma yang terjadi ialah bahwa kaum muslimin sudah sepakat,dan secara Ilmiah dapat ditemukan kebenaran pada Quran yaitu: 1. Quran berasal dari Tuhan,kemungkinan –kemungkinan Quran dibuat oleh selain Tuhan secara logis tidak ada yang dapat membuktikannya.Kemungkinan bahwa Quran dibuat oleh muhamad,orang arab,orang luar selain arab,sumber yang majhul malah mebuktikan objek impossible bahwa sesungguhnay hanya keeksisan Tuhan saja yang mampu membuat Quran 2. Quran dijamin oleh Tuhan akan tejaga,artinya Quran merupakan kesatuan yang utuh tidak ada kontradiksi,dan tetap dari dahulu sampai sekarang.Tantangan-tantangan untuk membuat satu ayat/merubah/menambahi Quran tetap berlaku,dan terbukti secara ilmiah Quran yang ada pada zaman dahulu tetap sama dengan Quran zaman sekarang Kesimpulan Pertanyaan –pertanyaan tentang Islam mungkin banyak dibenak kita.Contohnya apakah logis Nabi Muhammad membelah bulan?,apakah logis Ibrahim dibakar namun tidak mati? Jika kita memahami dasar-dasar berpikir dengan jalurnya,maka pertanyaan ini akan terjawab dengan mudah.Sangat logis sekali bahwa nabi Muhammad pernah membelah bulan.Dasar berpikirnya ialah, Al Quran berasal dari Tuhan,sehingga logis sekali Tuhan menghendaki Muhammad membelah bulan.Lalu Quran merupakan sumber otentik yang tidak berubah .Sehingga dasar otoritas Tuhan dan otentitas Quran menjadi dasar berpikir.Justru tidak logis jika kita menyatakan bahwa Muhammad tidak bisa membelah bulan,karena itu menyalahi kebenaran (Tuhan). Dengan sumber-sumber yang ilmiah yaitu Quran dan sunnah akan tetap menjadi hujjah terkuat umat Islam sejak zaman dahulu sampai sekarang.Tantangan-tantangan pemikiran-pemikiran akan terus berdatangan,namun Quran dan sunnah merupakan sumber pemikiran umt Islam.Peradaban berasal dari pemikirann,dan peradaban Islam yang jaya akan kembali selama metode berpikir islami, mendekat kepada Quran dan sunnah dijalankan,bukannya malah terpengaruh corak pemikiran peradaban lain. Sekian Artikel Dari saya ini,semoga Bermanfaat.
PAHALA-PAHALA SHALAT
Di antara nilai-nilai shalat itu adalah pertama, shalat mendidik untuk menyucikan diri dari sifat-sifat buruk. “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (QS al-Ankabut [29]: 45). Kedua, shalat mendidik kesatuan dan persatuan umat. Orang shalat menghadap ke satu tempat yang sama, yaitu Baitullah. Hal ini menunjukkan pentingnya mewujudkan persatuan dan kesatuan umat. Perasaan persatuan ini akan menimbulkan saling pengertian dan saling melengkapi antarsesama. Ketiga, shalat mendidik disiplin waktu. Setiap yang shalat selalu memeriksa masuknya waktu shalat, berusaha menunaikannya tepat waktu, sesuai ketentuan, dan menaklukkan nafsunya untuk tidak tenggelam dalam kesibukan duniawi. Keempat, shalat mendidik tertib organisasi. Menyangkut tertibnya jamaah shalat yang baris lurus di belakang imam dengan tanpa adanya celah kosong (antara yang satu dan jamaah di kanan kirinya) mengembalikan kaum Muslimin pada perlunya nidzam (tertib organisasi). Kelima, shalat mendidik ketaatan kepada pemimpin. Mengikuti gerakan imam, tidak mendahuluinya walau sesaat, menunjukkan adanya ketaatan dan komitmen atau loyal, serta meniadakan penolakan terhadap perintahnya, selama perintah itu tidak untuk bermaksiat. “Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah SWT.” (HR Ahmad). Keenam, shalat mendidik keberanian mengingatkan pimpinan. Jika imam lupa, makmum mengingatkannya (membaca subhanallah), hal ini menunjukkan keharusan rakyat untuk mengingatkan pemimpinnya jika melakukan kesalahan. Ketujuh, shalat mendidik persamaan hak. Pada shalat berjamaah, dalam mengisi shaf tidak didasarkan pada status sosial jamaah, tidak pula memandang kekayaan atau pangkat, walau dalam shaf terdepan sekalipun. Gambaran ini menunjukkan adanya persamaan hak tanpa memedulikan tinggi kedudukan maupun tua umurnya. Kedelapan, shalat mendidik hidup sehat. Shalat memberikan kesan kesehatan, yang diwujudkan dalam gerakan di setiap rakaat, yang setiap harinya minimal 17 rakaat secara seimbang. Hal ini merupakan olahraga fisik dengan cara sederhana dan mudah gerakannya. Jika nilai-nilai shalat tersebut di atas diejawantahkan dalam kehidupan setiap Muslim maka tidak menutup kemungkinan perubahan ke arah yang lebih baik akan dapat terwujud. Wallahu a’lam bishawab
MANFAAT SHALAT BAGI KESEHATAN
Pada kesempatan kali ini saya akan sedikit memberikan artikel sedikit keagamaan.Saya akan sedikit membagikan beberapa Manfaat Shalat Bagi Kesehatan yang akan saya bahas secara detail pergerakan shalat.Mari kita lihat beberapa Manfaat Shalat Bagi Kesehatan. Setiap gerakan shalat merupakan bagian dari olahraga otot-otot dan persendian tubuh. Sholat dapat membantu menjaga vitalitas dan kebugaran tubuh tetapi dengan syarat semua gerakan sholat dilakukan dengan benar,perlahan dan tidak terburu-buru serta istiqomah atau konsisten. Begitu banyak manfaat gerakan shalat bagi kesehatan tubuh manusia. Semakin sering kita sholat dengan benar, semakin banyak manfaat yg kita peroleh untuk kesehatan diri kita.Mari kita lihat beberapa Manfaat Shalat Bagi Kesehatan. Manfaat Shalat Bagi Kesehatan Sholat dengan berdiri Wajibnya sholat adalah berdiri bagi yang mampu, ternyata berdiri pada waktu sholat mengandung hikmah yg luar biasa yaitu dapat melatih keseimbangan tubuh dan konsentrasi pikiran. Takbiratul Ihram Takbir dilakukan dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahu dan dilakukan ketika hendak rukuk dan bangkit dari rukuk. Pd saat kita mengangkat tangan sejajar bahu, otomatis kita membuka dada, memberikan aliran darah dari pembuluh balik yang terdapat di lengan untuk dialirkan ke bagian otak pengatur keseimbangan tubuh, membuka mata dan telinga kita sehingga keseimbangan tubuh terjaga. Rukuk Rukuk dilakukan dengan tenang dan optimal dapat merawat kelenturan tulang belakang yang berisi sumsum tulang belakang (sebagai saaraf sentral manusia) beserta aliran darahnya. Rukuk pun dapat memelihara kelenturan tuas sistem keringat yang terdapat di punggung, pinggang, paha dan betis belakang. Demikian pula tulang leher, tengkuk dan saluran saraf, memori dapat terjaga kelenturannya dengan rukuk. Kelenturan saraf memori dapat dijaga dengan mengangkat kepala secara maksimal dengan mata menatap ke tempat sujud. I’tidal (Bangun dari Rukuk) Saat berdiri dari rukuk dengan mengangkat tangan, darah dari kepala akan turun ke bawah sehingga bagian pangkal otak yang mengatur keseimbangan berkurang tekanan darahnya. Hal ini dapat menjaga sistem saraf keseimbangan tubuh dan berguna mencegah terjadinya pingsan secara tiba-tiba. Sujud Apabila dilakukan dengan benar dan lama, sujud dapat memaksimalkan aliran darah dan oksigen menuju otak atau kepala, termasuk mata, telinga, leher, pundak dan hati. Cara seperti ini efektif untuk membogkar sumbatan pembuluh darah pada jantung sehingga resiko terkena jantung koroner dapat diminimalisir. Duduk antara Dua Sujud Cara duduk di antara dua sujud dapat menyeimbangkan sistem kerja elektrik serta saraf keseimbangan tubuh kita. Selain itu, gerakan ini dapat menjaga kelenturan saraf di bagian paha dalam, cekungan lutut, cekungan betis, sampai jari-jari kaki. Kelenturan saraf ini dapat mencegah penyakit prostat, diabetes, sulit buang air kecil dan hernia. Duduk Tasyahud Awal Pada saat duduk tasyahud awal, lipatan paha dan betis bertemu. Gerakan ini dapat mengaktifkan kelenjar keringat sehingga dapat mencegah pengapuran dan mengoptimalkan kaki sebagai penopang tubuh kita. Duduk Tasyahud AKhir Gerakan ini lebih baik dari gerakan bersila. Berguna untuk membongkar pengapuran pada cekungan kaki kiri agar saraf keseimbangan yang berhubungan dengan saraf mata akan terjaga dengan baik sehingga konsentrasi akan meningkat dan terjaga. Salam Gerakan ini dapat menarik urat leher yang bermanfaat untuk menjaga kelenturan urat leher. Pada leher terdapat banyak urat saraf yang sangat penting untuk dijaga, seperti urat saraf paru-paru dan jantung. Sekian informasi sederhana saya mengenai agama yang berhubungan dengan kesehatan ini.Semoga teman – teman yang umat muslim dapat melaksanakan shalat karena begitu banyak Manfaat Shalat Bagi Kesehatan.
PENGARUH BACAAN AL-QUR'AN KE OTAK
"Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat dan memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca Al-Qur'an...". Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Alquran, seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar. Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya. Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan. Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Alquran berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit. Penelitian Dr. Al Qadhi ini diperkuat pula oleh penelitian lainnya yang dilakukan oleh dokter yang berbeda. Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984, disebutkan, Al-Quran terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97% bagi mereka yang mendengarkannya. Kesimpulan hasil uji coba tersebut diperkuat lagi oleh penelitian Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston. Objek penelitiannya terhadap 5 orang sukarelawan yang terdiri dari 3 pria dan 2 wanita. Kelima orang tersebut sama sekali tidak mengerti bahasa Arab dan mereka pun tidak diberi tahu bahwa yang akan diperdengarkannya adalah Al-Qur'an. Penelitian yang dilakukan sebanyak 210 kali ini terbagi dua sesi, yakni membacakan Al-Qur'an dengan tartil dan membacakan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur'an. Kesimpulannya, responden mendapatkan ketenangan sampai 65% ketika mendengarkan bacaan Al-Qur'an dan mendapatkan ketenangan hanya 35% ketika mendengarkan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur'an. Al-Qur'an memberikan pengaruh besar jika diperdengarkan kepada bayi. Hal tersebut diungkapkan Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam di Malaysia pada tahun 1997. Menurut penelitiannya, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan ayat-ayat Al-Qur'an dari tape recorder menunjukkan respons tersenyum dan menjadi lebih tenang. Sungguh suatu kebahagiaan dan merupakan kenikmatan yang besar, kita memiliki Al-Qur'an. Selain menjadi ibadah dalam membacanya, bacaannya memberikan pengaruh besar bagi kehidupan jasmani dan rohani kita. Jika mendengarkan musik klasik dapat memengaruhi kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosi (EQ) seseorang, bacaan Al-Qur'an lebih dari itu. Selain memengaruhi IQ dan EQ, bacaan Al-Qur'an memengaruhi kecerdasan spiritual (SQ). Mahabenar Allah yang telah berfirman, "Dan apabila dibacakan Al-Qur'an, simaklah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat" (Q.S. 7: 204).
MANFAAT MEMBACA AL-QUR'AN BAGI KESEHATAN
Arti Qur’an menurut pendapat yang paling kuat seperti yang dikemukakan Dr. Subhi Al Salih berarti ‘bacaan’, asal kata qara`a. Kata Alqur’an itu berbentuk masdar dengan arti isim maf’ul yaitu maqru` (dibaca). Adapun definisi Alqur’an adalah: “Kalam Allah swt. yang merupakan mu’jizat yang diturunkan (diwahyukan) kepada nabi Muhammad saw. dan ditulis di mushaf dan diriwayatkan dengan mutawatir serta membacanya adalah ibadah.” Banyak ayat Al Qur’an yang mengisyaratkan tentang pengobatan karena AlQur’an itu sendiri diturunkan sebagai penawar dan Rahmat bagi orang-orang yang mukmin. “Dan kami menurunkan Al Qur’an sebagai penawar dan Rahmat untuk orang-orang yang mu’min.” (QS. Al Isra/17: 82) “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tentram.” (QS. Ar Ra’d/13: 28) Menurut para ahli tafsir bahwa nama lain dari Al Qur’an yaitu “Asysyifâ” yang artinya secara Terminologi adalah Obat Penyembuh. “Hai manusia, telah datang kepadamu kitab yang berisi pelajaran dari Tuhanmu dan sebagai obat penyembuh jiwa, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus/10: 57) Di samping Al Qur’an mengisyaratkan tentang pengobatan juga menceritakan tentang keindahan alam semesta yang dapat kita jadikan sebagai sumber dari pembuat obat- obatan. “Dia menumbuhkan tanaman-tanaman untukmu, seperti zaitun, korma, anggur dan buah-buahan lain selengkapnya, sesungguhnya pada hal-hal yang demikian terdapat tanda-tanda Kekuasaan Allah bagi orang-orang yang mau memikirkan”. (QS. An-Nahl 16:11) “Dan makanlah oleh kamu bermacam-macam sari buah-buahan, serta tempuhlah jalan-jalan yang telah digariskan tuhanmu dengan lancar. Dari perut lebah itu keluar minuman madu yang bermacam-macam jenisnya dijadikan sebagai obat untuk manusia. Di alamnya terdapat tanda-tanda Kekuasaan Allah bagi orang-orang yang mau memikirkan”. (QS. An-Nahl 16: 69) Berdasarkan keterangan tadi, dapat dipastikan bahwa orang yang membaca Alqur’an akan merasakan ketenangan jiwa. Banyak pula hadits Nabi yang menerangkan tentang keutamaan membacanya dan menghafalnya atau bahkan mempelajarinya. “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Alqur’an dan mengajarkannya.” (HR Bukhori) “Siapa saja yang disibukkan oleh Alqur’an dalam rangka berdzikir kepada-Ku, dan memohon kepada-Ku, niscaya Aku akan berikan sesuatu yang lebih utama daripada apa yang telah Aku berikan kepada orang-orang yang telah meminta. Dan keutamaannya Kalam Allah daripada seluruh kalam selain-Nya, seperti keutamaan Allah atas makhluk-Nya.” (HR. At Turmudzi) “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah (masjid) Allah, mereka membaca Alqur’an dan mempelajarinya, kecuali turun kepada mereka ketentraman, mereka diliputi dengan rahmat, malaikat menaungi mereka dan Allah menyebut-nyebut mereka pada makhluk yang ada di sisi-Nya”. (HR. Muslim) “Hendaklah kamu menggunakan kedua obat-obat: madu dan Alqur’an” (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Mas’ud) Dan masih banyak lagi dalil yang menerangkan bahwa berbagai penyakit dapat disembuhkan dengan membaca atau dibacakan ayat-ayat Alqur’an (lihat Assuyuthi, Jalaluddin, Al Qur’an sebagai Penyembuh (Alqur’an asy Syâfî), terj. Achmad Sunarto, Semarang, CV. Surya Angkasa Semarang, cet. I, 1995). Walaupun tidak dibarengi dengan data ilmiah, Syaikh Ibrahim bin Ismail dalam karyanya Ta’lim al Muta’alim halaman 41, sebuah kitab yang mengupas tata krama mencari ilmu berkata, “Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang kuat ingatan atau hafalannya. Di antaranya, menyedikitkan makan, membiasakan melaksanakan ibadah salat malam, dan membaca Alquran sambil melihat kepada mushaf”. Selanjutnya ia berkata, “Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat dan memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca Alqur’an”. Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Alquran, seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar. Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya. Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan. Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Alquran berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit. Penelitian Dr. Al Qadhi ini diperkuat pula oleh penelitian lainnya yang dilakukan oleh dokter yang berbeda. Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984, disebutkan, Alquran terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97% bagi mereka yang men dengarkannya. Kesimpulan hasil uji coba tersebut diperkuat lagi oleh penelitian Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston. Objek penelitiannya terhadap 5 orang sukarelawan yang terdiri dari 3 pria dan 2 wanita. Kelima orang tersebut sama sekali tidak mengerti bahasa Arab dan mereka pun tidak diberi tahu bahwa yang akan diperdengarkannya adalah Alqur’an. Penelitian yang dilakukan sebanyak 210 kali ini terbagi dua sesi, yakni membacakan Alquran dengan tartil dan membacakan bahasa Arab yang bukan dari Alqur’an. Kesimpulannya, responden mendapatkan ketenangan sampai 65% ketika mendengarkan bacaan Alquran dan mendapatkan ketenangan hanya 35% ketika mendengarkan bahasa Arab yang bukan dari Alqur’an. Alquran memberikan pengaruh besar jika diperdengarkan kepada bayi. Hal tersebut diungkapkan Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam di Malaysia pada tahun 1997. Menurut penelitiannya, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan ayat-ayat Alquran dari tape recorder menunjukkan respons tersenyum dan menjadi lebih tenang. Sungguh suatu kebahagiaan dan merupakan kenikmatan yang besar, kita memiliki Alquran. Selain menjadi ibadah dalam membacanya, bacaannya memberikan pengaruh besar bagi kehidupan jasmani dan rohani kita. Jika mendengarkan musik klasik dapat memengaruhi kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosi (EQ) seseorang, bacaan Alquran lebih dari itu. Selain memengaruhi IQ dan EQ, bacaan Alquran memengaruhi kecerdasan spiritual (SQ). Mahabenar Allah yang telah berfirman, “Dan apabila dibacakan Alquran, simaklah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat” (Q.S. 7: 204). Atau juga, “Dan Kami telah menurunkan dari Alquran, suatu yang menjadi penawar (obat) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Alquran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian” (Q.S.17:82). Atau, “Ingatlah, hanya dengan berdzikir kepada Allah-lah hati menjadi tentram” (Q.S. 13: 28). Unsur Meditasi Al Qur’an Kitab ini, tentu saja bukanlah sebuah buku sains ataupun buku kedokteran, namun Alqur’an menyebut dirinya sebagai ‘penyembut penyakit’, yang oleh kaum Muslim diartikan bahwa petunjuk yang dikandungnya akan membawa manusia pada kesehatan spiritual, psikologis, dan fisik. Kesembuhan menggunakan Alqur’an dapat dilakukan dengan membaca, berdekatan dengannya, dan mendengarkannya. Membaca, mendengar, memperhatikan dan berdekatan dengannya ialah bahwasanya Alqur’an itu dibaca di sisi orang yang sedang menderita sakit sehingga akan turun rahmat kepada mereka. Allah saw menjelaskan, “Dan apabila dibacakan Alqur’an, maka dengarkanlah baik-baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al A’raf: 204) Menurut hemat penulis, salah satu unsur yang dapat dikatakan meditasi dalam Alquran adalah, pertama, auto sugesti, dan kedua, adalah hukum- hukum bacaan yaitu waqaf. Aspek Auto Sugesti Alqur’an merupakan kitab suci umat Islam yang berisikan firman-firman Allah. Banyak sekali nasihat-nasihat, berita-berita kabar gembira bagi orang yang beriman dan beramal sholeh, dan berita-berita ancaman bagi mereka yang tidak beriman dan atau tidak beramal sholeh. Maka, alqur’an berisikan ucapan-ucapan yang baik, yang dalam istilah Alqur’an sendiri, ahsan alhadits. Kata-kata yang penuh kebaikan sering memberikan efek auto sugesti yang positif dan yang akan menimbulkan ketenangan. Platonov telah membuktikan dalam eksperimennya bahwa kata-kata sebagai suatu Conditioned Stimulus (Premis dari Pavlov) memang benar-benar menimbulkan perubahan sesuai dengan arti atau makna kata-kata tersebut pada diri manusia. Pada eksperimen Plotonov, kata-kata yang digunakan adalah tidur, tidur dan memang individu tersebut akhirnya tertidur. Pikiran dan tubuh dapat berinteraksi dengan cara yang amat beragam untuk menimbul kan kesehatan atau penyakit. Zakiah Daradjat mengatakan bahwa sembahyang, do’a-do’a dan permohonan ampun kepada Allah, semuanya merupakan cara-cara pelegaan batin yang akan mengembalikan ketenangan dan ketentraman jiwa kepada orang-orang yang melakukannya. Relaksasi Aspek Waqof Alqur’an adalah sebuah kitab suci yang mempunyai kode etik dalam membacanya. Membaca Alqur’an tidak seperti membaca bacaan-bacaan lainnya. Membaca Alqur’an harus tanpa nafas dalam pengertian sang pembaca harus membaca dengan sekali nafas hingga kalimat-kalimat tertentu atau hingga tanda-tanda tertentu yang dalam istilah ilmu tajwid dinamakan waqaf. Jika si pembaca berhenti pada tempat yang tidak semestinya maka dia harus membaca ulang kata atau kalimat sebelumnya. Waqof artinya berhenti di suatu kata ketika membaca Alqur’an, baik di akhir ayat maupun di tengah ayat dan disertai nafas. Mengikuti tanda-tanda waqof yang ada dalam Alqur’an, kedudukannya tidak dihukumi wajib syar’i bagi yang melanggarnya. Walaupun jika berhenti dengan sengaja pada kalimat-kalimat tertentu yang dapat merusak arti dan makna yang dimaksud, maka hukumnya haram. Jadi cara membaca Alqur’an itu bisa disesuaikan dengan tanda-tanda waqaf dalam Alqur’an atau disesuaikan dengan kemampuan si pembaca dengan syarat bahwa bacaan yang dibacanya tidak berubah arti atau makna. Waqaf dalam Alquran Tanda awal atau akhir ayat Tanda awal atau akhir surat Tanda-tanda waqaf Kemampuan nafas pembaca Siapa saja bisa boleh membaca Alqur?an, baik anak kecil, muda maupun tua, baik pria maupun wanita selagi mereka dalam keadaan suci atau berwudlu. Jadi bagaimanapun kemampuan mereka bernafas mereka boleh membaca Alqur’an. Berhenti berdasarkan kemampuan nafas pembaca, dalam ilmu tajwid, bisa dikategorikan dalam bagian-bagian waqaf. Adapula beberapa penekanan nafas dalam membaca Alqur’an. Penekanan-penekanan tersebut dalam ilmu tajwid dinamakan mad. Indonesia adalah negara yang mayoritas umat Islam menerapkan hukum-hukum membaca Alqur’an menurut Rowi, Hafsh, yang telah berguru kepada imam ‘Ashim. Adapun hukum-hukum bacaan mad dalam ilmu Tajwid menurut Rowi Hafsh adalah: Mad Munfashil, yaitu apabila terdapat mad bertemu dengan hamzah dalam kalimat yang terpisah. Cara baca hukum ini 4 harakat. Mad Badal, yaitu apabila terdapat hamzah yang berharakat bertemu dengan huruf mad yang sukun. Cara membaca hukum ini adalah 2 harakat. Waktu Meditasi dengan Alqur’an Pada hakikatnya tidak ada waktu yang makruh untuk membaca/meditasi Alqur’an, hanya saja memang ada beberapa dalil yang menerangkan bahwa ada waktu-waktu yang lebih utama dari waktu-waktu yang lainnya untuk membaca Alqur’an. Waktu-waktu tersebut adalah: 1. Dalam sholat An-Nawawi berkata; ‘Waktu-waktu pilihan yang paling utama untuk membaca Alqur’an ialah dalam sholat.’ Al Baihaqi meriwayatkan dalam asy Syu’ab dari Ka’ab r.a. ia berkata: “Allah telah memilih negeri-negeri, maka negeri-negeri yang lebih dicintai Allah ialah negeri al Haram (Mekkah). Allah telah memilih zaman, maka zaman yang lebih dicintai Allah ialah bulan-bulan haram. Dan bulan yang lebih dicintai Allah ialah bulan dzulhijjah. Hari-hari bulan Dzulhijjah yang lebih dicintai Allah ialah sepuluh hari yang pertama. Allah telah memilih hari-hari, maka hari yang lebih dicintai Allah ialah hari Jum?at. Malam-malam yang lebih dicintai Allah ialah malam Qadar. Allah telah memilih waktu-waktu malam dan siang, maka waktu yang lebih dicintai Allah ialah waktu-waktu sholat yang lima waktu. Allah telah memilih kalam-kalam (perkataan), maka kalam yang dicintai Allah adalah lafadz ‘La ilâha illallâh wallâhu akbar wa subhanallâhi wal hamdulillâh.“ 2. Malam hari Waktu-waktu yang paling utama untuk membaca Alqur’an selain waktu sholat adalah waktu malam, Allah menegaskan, “Di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sholat).” (QS. Ali Imron 3:113) Waktu malam ini pun dibagi menjadi 2: Antara waktu Maghrib dan Isya Bagian malam yang terakhir 3. Setelah Subuh Sebagai penutup mudah-mudahan ini merupakan langkah awal untuk bisa lebih membuktikan unsur-unsur kesehatan dari Alqur’an, baik makna-maknanya, cara membacanya maupun lainnya.
7 KIAT SEHAT ALA RASULULLAH SAW
7 Kiat Sehat Ala Rasulullah SAW Rasulullah bersabda: "Mu'min yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintaiAllah daripada mu'min yang lemah" (HR Muslim) Bagaimana agar senantiasa sehat seperti Rasulu llah? Ikuti resep berikut: 1. SELALU BANGUN SEBELUM SHUBUH. Rasul selalu mengajak ummatnya untuk bangun sebelumshubuh, melaksanakan sholat sunah dan sholat Fardhu,sholat shubuh berjamaah. Hal ini memberi hikmah ygmendalam antara lain : - Berlimpah pahala dari Allah - Kesegaran udara shubuh yg bagus u/ kesehatan misalu/ terapi penyakit TBC - Memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan 2. AKTIF MENJAGA KEBERSIHAN. Rasul selalu senantiasa rapi & bersih, tiap hari kamisatau Jumát beliau mencuci rambut2 halus di pipi,selalu memotong kuku, bersisir dan berminyak wangi. "Mandi pada hari Jumát adalah wajib bagi setiap orang2dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan memakaiharum-haruman"(HR Muslim) 3. TIDAK PERNAH BANYAK MAKAN. Sabda Rasul : "Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelumlapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak (tidaksampai kekenyangan)"(Muttafaq Alaih) Dalam tubuh manusia ada 3 ruang untuk 3 benda :Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dansepertiga lainnya untuk makanan. Bahkan ada satutarbiyyah khusus bagi ummat Islam dg adanya PuasaRamadhan untuk menyeimbangkan kesehatan 4. GEMAR BERJALAN KAKI. Rasul selalu berjalan kaki ke Masjid, Pasar, medan jihad, mengunjungi rumah sahabat, dansebagainya. Dengan berjalan kaki, keringat akan mengalir, pori2terbuka dan peredaran darah akan berjalan lancar. Inipenting untuk mencegah penyakit jantung 5. TIDAK PEMARAH. Nasihat Rasulullah : "Jangan Marah" diulangi hingga 3kali. Ini menunjukkan hakikat kesehatan dan kekuatanMuslim bukanlah terletak pada jasadiyah belaka, tetapilebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dankesehatan jiwa. Ada terapi yang tepat untuk menahan marah: - Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri makaduduk, dan bila duduk maka berbaring - Membaca Ta 'awwudz, karena marah itu dari Syaithon - Segeralah berwudhu - Sholat 2 Rokaat untuk meraih ketenangan danmenghilangkan kegundahan hati 6. OPTIMIS DAN TIDAK PUTUS ASA. Sikap optimis akan memberikan dampak psikologis yangmendalam bagi kelapangan jiwa sehingga tetap sabar,istiqomah dan bekerja keras, serta tawakal kepadaAllah SWT 7. TAK PERNAH IRI HATI DAN BURUK SANGKA. Untuk menjaga stabilitas hati & kesehatan jiwa,mentalitas maka menjauhi iri hati dan buruk sangkamerupakan tindakan preventif yang sangat tepat.
7 SUNNAH RASULULLAH YANG HARUS DIJAGA
Cerdasnya orang yang beriman adalah, dia yang mampu mengolah hidupnya yang sesaat, yang sekejap untuk hidup yang panjang. Hidup bukan untuk hidup, tetapi hidup untuk Yang Maha Hidup. Hidup bukan untuk mati, tapi mati itulah untuk hidup. Kita jangan takut mati, jangan mencari mati, jangan lupakan mati, tapi rindukan mati. Karena, mati adalah pintu berjumpa dengan Allah SWT. Mati bukanlah cerita dalam akhir hidup, tapi mati adalah awal cerita sebenarnya, maka sambutlah kematian dengan penuh ketakwaan. Hendaknya kita selalu menjaga tujuh sunnah Nabi setiap hari. Ketujuh sunnah Nabi SAW itu adalah: Pertama, Tahajjud karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya. Kedua, membaca Al-Qur’an sebelum terbit matahari Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman. Ketiga, Jangan tinggalkan masjid terutama di waktu shubuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke masjid, karena masjid merupakan pusat keberkahan, bukan karena panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah. Keempat, jaga shalat Dhuha karena kunci rezeki terletak pada shalat dhuha. Kelima jaga sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari. Keenam jaga wudhu terus menerus karena Allah menyayangi hamba yang berwudhu. Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, “Orang yang selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu shalat walau ia sedang tidak shalat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, ampuni dosa dan sayangi dia ya Allah”. Ketujuh, amalkan istighfar setiap saat. Dengan istighfar masalah yang terjadi karena dosa kita akan dijauhkan oleh Allah. Dzikir, kata Arifin Ilham, adalah bukti syukur kita kepada Allah. Bila kita kurang bersyukur, maka kita kurang berdzikir pula, oleh karena itu setiap waktu harus selalu ada penghayatan dalam melaksanakan ibadah ritual dan ibadah ajaran Islam lainnya. “Dzikir merupakan makanan rohani yang paling bergizi,” katanya, dan dengan dzikir berbagai kejahatan seperti narkoba, KKN, dan lainnya dapat ditangkal sehingga jauhlah umat manusia dari sifat-sifat hewani yang berpangkal pada materialisme dan hedonisme.
Langganan:
Postingan (Atom)